Minggu, 29 September 2019

Skandal Emir Rudzikyani ( Part 1) / dengan bukti-bukti Foto


SKANDAL EMIR RUDZIKYANI 2019 

1. Wayuh Bitonah
2.Cak Emir selama 18 tahun tidak menafkahi istri pertama, 
3.lalu menikah lagi tanpa sepengetahuan dan tanpa wali nikah ayah/pihak siperempuan,
4.memalsukan keterangan untuk Surat Nikah dengan mengaku sebagai Bujangan pada KUA./ pihak perempuan menggunakan walinikah palsu yang tidak punya haq. 


Kronologis 5 Juli 1996 : Emir Rudzikyani menikahi perempuan warga negara Singapura etnis India bernama Suraya Binti Muhamad Salim. mereka tinggal di Sidney Australia. Suraya belajar dan bekerja di Bidang Medis/kesehatan. Surayalah yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Suraya masih terima dengan keadaan ini ( fakta ini ada pada surat gugatan cerai suraya pada tahun 2019) 

Pra 5 November 2015 : Emir menjalin cinta dengan seorang perempuan bandung bernama Annisa Kharisma Prihutomo ( Lahir tahun 78). di periode ini emir berpacaran dengan Annisa dengan cara salah satunya adalah SMS-an/Chattingan dll ( Fakta ini ada pada Surat bapak Bambang Prihatomo, ayah dari Annisa, yang saya cantumkan dibawah ini)

 5 November 2015 : Emir Rudzikyani melamar Annisa untuk dinikah ke Ayah Annisa, yaitu Bapak Bambang Prihatomo 

26 Januari 2016 : Ayahanda Annisa melayangkan surat penolakan lamaran dari Emir. 

Jumat 13 Oktober 2017 : Emir tetap menikahi Annisa dengan tanpa wali nikah, yaitu ayahnya Annisa ( Bp Bambang). Emir memanipulasi data dengan mengaku sebagai bujangan kepada KUA dan menggunakan walinikah palsu. Emir dan Annisa melakukan ini karena hubungannya tidak direstui oleh istri pertama Emir ( Suraya) dan karena tidak disetujui oleh ayahnya Annisa. 

2019 : Suraya melayangkan gugatan cerai 2019 ; 

Emir dipanggil Ke-Amiran 2019 : Emir menulis surat Tobat 


----my comment: Lihatlah...bahkan sesama jokampun saling membohongi dan saling ngebitonahi. keluarga saya pun demikian, adik laki-laki saya menikah dengan 'orang-luar '. Si Calon istrinya di baiat dulu supaya sah islamnya dan sah nikahnya. di adakan proses ND ( Nikah Dalam) dengan wali nikah bukan dari ayah si perempuan tetapi malah di wali nikahkan oleh Imam-Daerahnya. ini penyakit akidah dan penyakit sosiologis yang harus dihentikan




Bandung 26 Januari 2016
Kepada Yth Emir Rudzikyani bin Haji Toha
Gading Mangu, Perak, Jombang
Jawa Timur.

Assalamualaikum Wr Wb
Kami yang bertanda Tangan Dibawah Ini:
Bambang Prihatomo
Usia : 70 Tahun
Alamat : Jl Cisitu Indah I No.18
RT 09 RW 12 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Bandung

Sehubungan dengan surat lamaran saudara tertanggal 5 November 2015, perihal melamar putri kami Annisa Kharisma Prihutomo.

Setelah kami melakukan pencarian data mengenai siapa saudara, dan juga telah melakukan tukar pendapat serta dapat masukan dari Kyai kelompok kami, Team Perkawinan Kelompok dan Daerah  juga diiringi doa untuk mohon petunjuk dari Allah perihal ini.

Maka dengan ini kami menyatakan dengan sepenuh hati  dan secara tulus, sebagai orang tua dari putri kami Annisa Kharisma Prihutomo yang telah menyerahkan sepenuhnya untuk penyelesaian masalah jawaban atas Surat Lamaran saudara, bahwa KAMI MENOLAK/TIDAK MENYETUJUI lamaran saudara atas putri kami Annisa Kharisma Prihutomo. Adapun dasar penolakan / tidak menyetujuinya kami,karena adanya beberapa hal-hal mendasar yang tidak dapat kami setujui.

Ternyata niatan “wayuh” saudara terhadap anak saya ;
Telah membuat sedih kami sekeluarga, padahal kami sebelumnya  telah menghimbau saudara agar tidak mengambil langkah melamar mewayuh seperti ini,yang berdampak negatif membuat keluarga yang belum paham apriori terhadap QHJ , pada saat mubaligh-mubaligh kami sedang berjuang mengamar ma’ruf keluarga kami.

Menjadi sedih, melihat suasana hubungan kami dengan Annisa dan anak-anak kami yang lain menjadi tidak harmonis lagi.

Merasa Sedih, melihat putri kami Annisa Kharisma selama ini berhubungan terus  dengan saudara yang bukan muhrimnya, melalui SMS-an/ Chattingan.

Merasa Prihatin mengetahui , istri saudara ( Suraya binti Muhamad Salim) sempat menjadi sedih dan sakit hati , karena tahu hubungan saudara dan anak saya , kami doakan semoga itu dapat teratasi.
Walaupun ngewayuh yang dikerjakan itu kebaikan,sunnah, ibadah yang dihalalkan Allah , tetapi kalau banyak pihak yang dirugikan, bukan semata karena alasan keduniawian tetapi juga peramutan QHJ keimanan keluarga kedua belah pihak

Jangan kita membina rumah tangga yang diawali dengan banyak pertetangan dan menimbulkan sakithati. Bukankah kita Jama’ah? Hidup di dunia ini selalu berusaha mencari barokahnya Allah SWT / Semoga Allah mengabulkannya, untuk kita semua
Demikian surat pemberitahuan dan nasihat dari kami selaku orang tua dari putri kami  Annisa Kharisma Prihatomo.
Mohon Maaf apabila dalam penyampaian surat ini ada sapa dan bahasa kami kurang berkenan.
Alhamdulillah Jazakallahukhoiro.

Wasalam,
( Tanda Tangan )
Bambang Prihatomo






Foto Cak Emir dengan Istri Pertamanya Suraya binti Muhamad Salim :

kemudian Emir Wayuh dengan Annisa Kharisma, tanpa sepengetahuan Ayahnya mbak Anissa Kharisma. Emir menikah tanpa wali nikah yang sah, mengelabui pihak KUA, bukti-bukti di bawah ini :








kemudian Skandal Pernikahan tanpa wali ini, terdengar oleh Ke-imam-an Jokam dan Cak Emir diharuskan menulis Surat Tobat ala Jokam sbb:

Untuk translasi Surat Tobat yang tertulis dalam huruf pegon ke huruf latin klik link dibawah:








Testimoni dari Jama'ah Sydney tentang Emir, di mana cak Emir pernah memprovokasi rumah tangga orang lain, karena sang suami telah keluar dari Jama'ah Jokam 354, dan sang Istri diprovokasi supaya menceraikan Suaminya:



Silahkan baca Surat Pengakuan Emir Rudzikyani dilink sbb:






Rabu, 07 Agustus 2019

Aziz Ridwan di Usir Paksa dari Ponpes Wali Barokah Kediri


Kronologis:

pada tanggal 27 Juli 2019, Aziz ridwan mengadakan kajian di Cianjur Jawa barat yang dihadiri mubaligh-mubaligh Jokam yang sudah insyaf dari ajaran Jokam 354.

Kajian ini bertemakan Syarah Masa'il Jahiliyyah

berikut foto-fotonya :


keterangan foto di atas:
Pasca Maklumat Imam tentang tak bolehnya bermajelis dengan Pakubumi Non Aktif.
Video Maklumat Juli 2019
pak Sulisman, Imam-Kelompok Jakarta Pusat Cempaka Putih, mengundurkan diri dari Jokam dan bertaklim dengan ust Aziz Ridwan Surat Pengunduran diri terlampir di bawah
pak Taufik, Pakubumi yang telah diusir dari Pondok Walibarokah ( duduk memakai baju coklat).
Pak Latief, Guru pondok Kaliawen, belakang tengah, sudah tidak berpahaman jokam namun untuk sementara masih bertahan didalam sistem jokam (Tauriyah)

dari foto-foto diatas kemudian PUSAT mendata siapa-siapa saja foto di atas tersebut. Setelah diidentifikasi  maka semua pengurus dan Mubaligh yang ikut serta dalam kajian Aziz Ridwan dinonaktifkan.

**
Tanggal 7 Juli 2019.

Pak Aziz Ridwan keluar kota. di saat pak Aziz Ridwan keluar kota inilah, tim persekutor keimaman mengeluarkan paksa barang-barang pak Aziz Ridwan. Sehingga Pak Aziz Ridwan saat kembali ke rumah sangat terkejut, barang-barangnya berceceran di luar rumah.

berikut kesaksian Denmas Hasan ( Anaknya pak Taufik, Keponakannya Aziz Ridwan. Istrinya Aziz Ridwan (mba Yafa) beradik-kakak dengan Istrinya pak Taufik. Baik istri pak Taufik ataupun istri Aziz Ridwan adalah anak dari Tohir Yusuf & Ibu Sumi'dau (Anaknya Pak Nurhasan)


 Klik ini untuk melihat video dokumentasi pengusiran Aziz Ridwan Pengusiran pada tanggal 7 Agustus 2019 

Tanggal 8 Agustus 2019 : Bp Kholil juga kebagian giliran dipersekusi oleh keimaman. Namun kali ini lebih sopan. PUSAT mengizinkan murid-murid pak Kholil mengevakuasi barang-barang pak Kholil. Adapun rumah pak Kholil yang di areal Ponpes PPWB memang jarang ditempati karena pak Kholil punya rumah sendiri di luar areal pondok. berikut foto-fotonya :



Senin, 05 Agustus 2019

Kholil Bustomi CS, Perdana Maja dan Yayasan Manazil IImi diboikot via Ijtihad Imam Agustus 2019

لسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Sehubungan dengan maklumat dari Keimaman yang di bacakan bulan lalu, dan banyaknya beredar brosur tahfidz, ajakan group WA, group teleghram, chanel youtuber, instagram, dan lainnya yang mengatas namakan jama’ah. Maka :

DIBERITAHUKAN KEPADA SELURUH JAMAAH.
1-  Yayasan manazil ilmi insani IT di bandung
2-  Yayasan manazilil ilmi kursus bahasa Arab di Natar Lampung
3-  Yayasan Ajyal Quraniyah – Bekasi barat
4-  Yayasan Wahatul Qur’an –  Semampir Surabaya
5-  Yayasan Hasanur Rohmah – Bogor Utara
6-  Yayasan Bakkah Al Mukarromah – Tinalan Kediri
7-  Chanel ASA (Abu Salma Abdulloh)
8-  Chanel Youtube Warsya
9-  Chanel Youtube Fokus Keilmuan ROUDHOTUL ANWAR
10-  Chanel Youtube Fokus Keilmuan
11-  Chanel Youtube KAJIAN SYEIKH KHOLIL BUSTHOMI
12-  Chanel Youtube ABDUL AZIZ
13-  Chanel Youtube PERDANA MAJA
14-  Group WA Istiqomah QHJ
15-  Facebook Jokam United 4.0
16-  Facebook Suara Mantan Islam Jama’ah
17-  Facebook Keterangan muballigh 354
18-  Facebook Ukhuwah Mantan Jokam 354
19-  Facebook Persatuan dan kesatuan bangsa
20-  Dll
Bukan milik jama’ah dan tidak dikelola oleh jama’ah, maka seluruh jama’ah supaya TIDAK MENGIKUTI KEGIATAN-KEGIATAN YANG DI ADAKAN OLEH YAYASAN ATAU CHANEL TERSEBUT DI ATAS SECARA LANGSUNG MAUPUN MELEWATI MEDIA SOSIAL
Atas perhatiannya di syukuri :
الحمد لله جواكم الله خيرا
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Minggu, 28 Juli 2019

Tobat Zina Jokam dan Kafarohnya (Ijtihad Imam LDII Internal)

Petunjuk ke-imam-an mencari pulihan dalam rangka taubat Ilaallah bagi jama’ah yang melakukan pelanggaran had atau zina

Untuk Jama’ah Nama : ( admin sensor)
Umur  : 27 Tahun
Alamat : (admin sensor)—Tangerang
Oleh karena kita keimaman, belum mampu melaksanakan hukum had dan rajam, maka di-ijtihad-i bagi jama’ah yang melakukan pelanggaran had/zina mencari pulihan dalam rangka taqorub ilallah dengan harapan mendapatkan pengampunan dari Allah supaya :

1. Membaca Istighfar 100 X Setiap hari selama 6 bulan
2. Supaya Sholat Tasbih setiap minggu selama 6 bulan
3. Supaya puasa senin dan kamis selama 6 bulan, kecuali bagi jama’ah yang sudah biasa puasa Nabi Daud supaya dilanjutkan
4. Supaya melakukan bangun 1/3 malam yang akhir untuk melakukan sholat-sholat sunnah dan berdoa.
5. Supaya amal sholih menjadi kuli-bangunan di Pusat selama 6 bulan atau bisa diganti dengan uang sebagai pengganti amal sholih menjadi kuli bangunan ini dengan membayar 15.000 perhari selama 6 bulan.
6. Supaya sodaqoh sedikitnya 450.000

Supaya dikerjakan dengan hati ridho dan niat karena Allah.
Semnoga Allah menerima taubatnya
Jakarta Tangerang
Pengurus Pusat
(Tanda Tangan)
Saksi
(Tanda Tangan)
-selesai-
Komentar saya : komersialisasi agama terletak pada poin 5 dan 6. 
Poin 5, jama'ah yang berzina dijadikan kuli bangunan di PUSAT Walibarokah Kediri atau kalau tidak mau jadi kuli bangunan  bisa diganti dengan uang  selama 15.000/ perhari selama 6 bulan. 6 bulan=180 hari. maka untuk poin 5 uang kafarohnya sebesar 15.000 x 180 = 2.700.000 dan Disetor KEPUSAT
poin 6  ada lagi MINIMAL sodaqoh sebesar Rp 450.000, Sodaqohnya di setor ke PUSAT, kenapa tidak buat yatim piatu saja sih misalnya? kan Pusat itu sudah berlimpah uang Isrun.
TOTAL BIAYA PENEBUSAN DOSA ZINA YANG HARUS DISETOR KE BAPAK IMAM : Poin 5 + Poin 6= 2.700.000 + 450.000 = Rp 3.150.000 ( Terbilang : Tiga Juta Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah)
Setelah uang dam haji kau curi, kau ambil uang kurban yang harus juga disetor ke pusat, infak 10% dari gaji...sekarang dosa jama'ahmu juga kau hisap..




ini Nasihat Pak Mauludin, menyikapi praktek Surat Tobat, Penebusan Dosa dan uang kafaroh dll:

Senin, 31 Desember 2018

Mengapa Saya Tinggalkan Jokam 354 LDII dari : Abu Abdurahman Adam Bogor

Tujuh Alasan Saya Keluar dari Islam Jamaah

Mengkaji Al Quran, dengan makna tiap kalimah, lalu diterangkan tafsirnya. Diramut dengan teratur, mengaji setidaknya dua kali dalam sepekan sebagai standar minimal, bahkan jika beruntung dipondokkan sehingga bisa mengaji al Quran dan Al Hadits secara intensif. Sangat menyenangkan bagi seorang muslim yang bersemangat menghambakan diri kepada Allah سبحانه و تعالى. Demikian kami jalani selama belasan tahun, ikhwah lain sampai duapuluh bahkan tiga puluh tahun, sampai akhirnya terbit secercah cahaya terang benderang, di tengah cahaya remang-remang yang selama ini meliputi kami.

Darimana cahaya itu muncul? Ternyata tidak jauh bahkan sangat dekat, satu karunia Allah bagi setiap muslim dari umat ini: Al Quran. Benarlah jika Rasulullah صلى الله عليه و سلم banyak memotivasi umat untuk senantiasa berdekatan dengan Al Quran.

فإن هذا القران سَبَبٌ طَرَفُهُ بيَدِ الله و طرفه بايديكم فتمسكوا به فإنكم لن تضلوا ولن تهلكوا بعده ابدا ...

"Sesungguhnya Al Quran ini (seperti) tali, satu ujungnya di Tangan Allah ta'ala dan ujung yang lain di tangan-tangan kalian, maka berpegang teguhlah dengannya, karena kalian tidak akan tersesat dan tidak akan rusak sesudah (berpegang teguh pada) nya selamanya..."

Allah ta'ala telah memudahkan sebab-sebab hidayah bagi manusia, yakni telinga, mata, hati, akal dan fithrah yang lurus, yang jika seseorang bermujahadah (sungguh-sungguh) menggunakan semua itu untuk memahami Al Quran, niscaya ia akan sampai kepada cahaya terang benderang itu. Firman Allah عز وجل:

والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا ... (سورة العنكبوت الاية ٦٩).

Selama aktif dalam Islam Jama'ah, ada bebera point yang membuat kami tertegun, sering bertanya-tanya dalam hati, mengapa begini dan begitu? Terkadang ada teguran halus dari lubuk hati kecil, dengan beberapa praktik yang dikerjakan oleh Islam Jama'ah. Jika diuraikan, detail hal ini akan sangat panjang, namun secara singkat akan kami uraikan point-point yang bagi saya - mungkin mirip dengan ikhwah lain, khususnya yang betul-betul menjalani kehidupan sebagai pengurus/ terdapuk dalam IJ - sebagai  pintu gerbang tempat keluar dari kekeliruan, menuju jalan yang lebih luas, lebih lurus dan benar.

Pernahkah Anda (khususnya yang masih berpemahaman Islam Jama'ah) merasakan sesuatu, ketika posisi sedang berada di dekat masjid umum (masjid " luar/njobo", istilah IJ) saat terdengar adzan, lalu kaum muslimin shalat berjamaah di dalamnya, sedangkan Anda berlalu atau menghindar begitu saja dari shalat berjamaah? (Tanyakan rasa itu di dalam hati kecilmu).

Pernahkah Anda, jika ada seorang Ustadz atau Dai berceramah, dia bahas tentang keagungan Allah سبحانه و تعالى dan begitu besar hakNya yang sudah semestinya kita tunaikan, lalu Anda teringat ajaran Islam Jama'ah bahwa semua itu sia-sia belaka karena sebaik apapun ucapan dan perbuatan mereka, sesungguhnya mereka hanyalah orang-orang kafir yang kelak di akhirat akan masuk neraka dan kekal di dalamnya?

Pernahkah anda mencoba memikirkan ulang ajaran jokam, dan mencari dalil di dalam Al Quran maupun Al Hadits, bagaimana kaifiyat Allah تبارك و تعالى di dalam menghukumi amal perbuatan yang dilakukan hamba-hambanya? Bahkan jika Anda rajin membaca Al Quran, mengkhatamkannya dalam sebulan minimal sekali, maka Anda akan menemukan ayat ini:

إن الله لا يظلم مثقال ذرة وإن تك حسنة يضاعفها و يؤت من لدنه اجرا عظيما

"Sesungguhnya Allah tidak menzhalimi seseorang meskipun seberat dzarrah, dan jika amal itu baik niscaya akan Dia lipatgandakan, dan akan Dia berikan dari sisiNya pahala yang besar".. (Surah AnNisa ayat 40).

Bayangkan, seberat dzarrah..!!

Artinya, soal pahala dan siksa, sorga dan neraka, Allah akan tetapkan dengan adil, terperinci, dan berdasar pada landasan yang kuat, jelas, zhahir, dan mudah difahami sesuai kelaziman dari sifatNya yang maha menunjukkan.

Mulailah tahun-tahun pencarian saya tentang hakekat iman, dan dari sinilah kita mulai tujuh alasan saya meninggalkan ajaran Islam Jama'ah. Para mantan jokam yang lain memiliki kemiripan, dengan tambahan dan detail sesuai pengalaman masing-masing.

1. Islam Jama'ah telah keliru menjadikan baiat kepada amirnya sebagai syarat sah iman. Dengan kata lain, mereka menjadikan baiat ini sebagai rukun iman, padahal para ulama sepanjang zaman tidak ada yang memasukkannya sebagai salah satu rukun iman ataupun rukun Islam.

2. Islam Jama'ah telah mengklaim secara sepihak bahwa amir yang mereka baiat adalah imam kaum muslimin. Padahal para ulama telah mempersyaratkan keabsahan seseorang disebut "imam", atau " amir", atau "waliyyul amr", diantaranya bahwa orang tersebut diketahui (tidak sembunyi-sembunyi) oleh seluruh muslimin di wilayahnya, mereka membaiatnya secara hakiki yakni menyerahkan kekuasaan atas wilayah sehingga amir merupakan " sulthan" (penguasa) untuk wilayah (negara) tersebut.

3. 'Amir' dan pembuat kebijakan  dalam Islam Jamaah telah melestarikan cara belajar "mangkul", yang hakekatnya merupakan belenggu atas setiap anggotanya agar tidak bisa belajar kepada ulama di luar golongannya. Ini adalah sebuah kekeliruan, yang bila disengaja -Allahu a'lam apa yang mereka niatkan- merupakan kezhaliman. Kita semua melihat potensi yang besar, para pemuda belia yang jangkauan harapan hidupnya masih panjang, karena doktrin ini mereka hanya mendapatkan sedikit (bahkan setelah kami belajar di luar, kepada para asatidzah Ahlussunnah, sesungguhnya ilmu yang diajarkan dalam Islam Jama'ah sangat sedikit, sehingga orang yang alim asli dari mereka tidak dapat menjelaskan bab pokok-pokok iman (ushulul iman), apa kriteria seorang disebut muslim dan bagaimama kriteria tidak disebut muslim (kafir). Padahal dari dasar fondasi inilah akan dibangun kebaikan dalam bab-bab cabangnya: tentang pernikahan, waris, zakat dan sedekah, ukhuwah dalam keluarga dan ukhuwah Islamiyyah pada umumnya dengan seluruh muslim di dunia, dalam persaudaraan tulus, bukan " bithonah -budi luhur" versi Islam Jama'ah seperti point berikutnya.

4. Islam Jama'ah menghalalkan berbohong mirip "taqiyyah" nya syi'ah. Ini dilakukan, padahal mereka mengetahui bahwa berdusta memudahkan pelakunya menuju neraka, sebagaimana hadits yg mereka ajarkan dalam kitabul adab:

...وَايــَّاكم وَالكَذِبَ فإنَّ الكذبَ يَهْدِيْ الى الفُجورِ وإن الفجور يهدي اِلىَ النار ...

"Jauhilah dusta, maka sesungguhnya dusta itu menuntun kepada kedurhakaan, dan kedurhakaan akan menuntun kepada neraka ..."

Dasar "pelestarian" ajaran Islam Jamaah adalah bithonah ( istilah untuk memperhalus dusta). Anda tidak ingin muslim luar mengetahui bahwa anda mengkafirkan mereka, sehingga Anda harus berdusta supaya inti ajaran IJ tidak terbongkar. Padahal, manhaj (metode) asli agama Islam dibangun di atas kejujuran dan keterbukaan. Ilmu dan fiqih harus disebarkan secara terbuka ke seluruh umat bahkan seluruh manusia, biarlah ia teruji dengan berbagai kritik dan masukan. Sepanjang sejarah umat ini, Ahlussunnah sebagai inti dari umat Islam, terbukti sebagai thaifah zhahirah (sebutan lain dari lafadz  manshurin/thaifah manshurah dalam hadits), karena mereka selalu menampakkan dan memenangkan ajaran Islam yang orisinil di atas seluruh agama dan pemahaman yang menyimpang.

Mari kita fikirkan ulang konsep "bithonah" ala IJ, sesungguhnya ini adalah cerminan pondasi Ilmiyah yang lemah. Seandainya sebuah ajaran benar, niscaya ia kokoh menjulang menahan terpaan badai. Para pengikutnya pun tidak akan takut-takut mendakwahkannya, berani karena benar demikian kata pepatah kita.

5. Islam Jama'ah tidak mengajarkan Tauhid dan Assunnah sebagaimana mestinya.

Inti dakwah para Rasul adalah agar manusia mentauhidkan Allah. Ajakan mereka kepada Allah, ilallah, bukan kepada kepentingan sekelompok orang semata. Dari sana, jika di suatu tempat ada da'i mendakwahkan tauhid, kemudian di belahan bumi lain ada da'i lain juga mengajarkan Tauhid, maka jika suatu saat mereka bertemu niscaya bagaikan saudara yang lama telah saling mengenal. Kalimat tauhid inilah penyebab tauhiidul kalimah,  persatuan hati dan pendapat, ini pula yang menjadi dasar "al Jama'ah" ( point ke-6). Selama menjadi anggota IJ, siapapun akan merasakan dasar persatuan mereka, bagaimana mereka membuat pemisahan antara "orang kita" dengan "orang luar". Inilah yang disebut oleh agama kita sebagai ashobiyyah, atau hizbiyyah, sebuah persatuan yang tidak dikembalikan kepada inti ajaran Islam yakni Tauhid dan Assunnah.

6. Islam Jama'ah tidak memahami,  lalu tidak mengamalkan luzuumul Jama'ah, justru mereka telah syadz (menyempal) dari Al Jama'ah.

Mereka salah menafsirkan surah Ali Imran ayat 103, juga hadits yang berbunyi:

يد الله على الجماعة و من شذ شذ الى النار

"Tangan Allah di atas Al Jama'ah, dan barangsiapa menyempal maka ia menyempal menuju neraka".

Jika Anda warga IJ, pasti tahu maksud ayat dan hadits tersebut dalam versi IJ. Akan tetapi berabad jauh-jauh sebelumnya para ulama Ahlussunnah sudah mengkajinya secara mendalam. Al Jama'ah yang dimaksud adalah persatuan di atas kebenaran ( al ijtima' 'alal haq), yakni siapa saja muslim yang berpegang pada Al Quran dan Assunnah dengan pemahaman Rasulullah صلى الله عليه و سلم dan para sahabat beliau (karena merekalah asal dari Al Jama'ah ini), kemudian diteruskan oleh ulama mujtahid/ ulama kibar sepanjang zaman. Inilah yang dimaksud dari " al Jama'ah " itu, yang Allah ta'ala perintahkan untuk menetapinya, lalu Allah larang kebalikannya yaitu bercerai berai dari agamaNya. Allah menghendaki persatuan para Ahli iman, sementara IJ tidak mau membaur dengan para ahli iman, dengan tidak shalat berjamaah bersama mereka dan puas dengan ilmu yang sangat minim.

7. Islam Jama'ah merubah syariat Allah dan membuat para pengikutnya tertipu (maghrur).

'Amir' dan para pembesar IJ telah memprokamirkan bahwa hanya ajaran merekalah yang benar, satu-satunya jalan menuju Sorga ( sesuai isi teks bulanan). Padahal sebagimana point-point di atas, sesungguhnya ajaran mereka telah rusak dari fondasinya. Bahkan dalam detail ajaran Islam Jama'ah, banyak permasalahan  "ditarjih" lewat  mekanisme musyawarah dan "ijtihad" imam, seringkali hasilnya bertentangan dengan nash-nash Al Quran maupun Al Hadits. Yang demikian kiranya disebabkan mereka tidak memahami bahwa Syariat Islam hanyalah milik Allah, hanya Dialah yang berhak menetapkannya, sedangkan para ulama mujtahid hanya berusaha menjelaskan kehendak Allah عز و جل tersebut tanpa sedikitpun memiliki hak untuk merubah, menambah, ataupun menguranginya.

Sayangnya para pengikut IJ tidak memahami ini, yang menyebabkan mereka tertipu dengan diri sendiri, sudah merasa mendapat jaminan sorga, lalu tidak berusaha memahami dan mengamalkan ajaran Islam yang benar.

Demikian tujuh alasan kami meninggalkan Islam Jama'ah , sebagai ringkasan pemahaman kami. Beberapa dalil - insyaAllah shahih-tidak kami cantumkan takhrijnya dengan maksud jika Anda adalah jokam (warga Islam Jama'ah) maka inilah zaman ketika khazanah ilmu syar'i terbuka luas, Anda dapat menanyakannya langsung kepada asatidzah Ahlussunnah yang mumpuni dalam ilmu hadits maupun ilmu syar'i pada umumnya. Inilah waktu kita mencari dan menggali kebenaran, tidak berdiam diri di dalam tempurung kekeliruan.

اللهم صل و سلم على نبينا محمد و على اله و صحبه اجمعين، و اخر دعوىنا ان الحمد لله رب العالمين.

Rabu, 26 September 2018

Pemalsuan dan Penyimpangan Keterangan "Al-Jama'ah" dari Imam Asy Syatibi , yang diplesetkan oleh ulama Jama'ah Jokam 354

Pemalsuan dan Penyimpangan Keterangan "Al-Jama'ah" dari Imam Asy Syatibi , yang diplesetkan oleh ulama Jama'ah Jokam 354.



ada 5 (lima)  Definisi Al-Jama'ah yang ditulis oleh Imam Syatibi. (Imam Satibi adalah Abu Ishak Al Satibi, Ulama Andalusia Spanyol tahun 1320 M -1388 M)

Imam Syatibi menulisnya definisi al-jama'ah dalam kitabnya yang berjudul Al-Ithisham halaman 782.

dari 5 definisi " Al-Jama'ah", jokam sangat tergila-gila dengan definisi yang ke-5. Seolah 4 Definisinya salah.

Definisi yang ke-5 ini begitu dipuja jokam, karena definisi ini seakan-akan membenarkan Doktrin Al-Jama'ah dari pak Nurhasan.

baiklah. mari kita bedah apa itu definisi yang ke-5.

dalam definisi yang ke-5, imam Al Satibi mendefinisikan makna Al Jama'ah dengan menukil dari pendapat Imam Thabari.

begini definisinya:

 أن الجماعة راجعة إلى الاجتماع على الإمام الموافق للكتاب والسنة وذلك ظاهر في أن الاجتماع على غير سنة خارج عن معنى الجماعة المذكور في الأحاديث المذكورة

yang artinya ( versi terjemahan pegon jokam) :
jadi..yang dimaksud Al Jama'ah adalah kembali pada berkumpul terhadap seorang Imam yang sesuai dengan Al Qur'an dn Assunah, hal tersebut jelas menggambarkan bahwa berkumpul pada selain Sunnah maka hukumnya keluar dari Al Jama'ah yang disebutkan dalam hadits-hadits, seperti kaum khawarij dan selainnnya.

----
 Untuk mengetahui konteks penjelasan Imam Satibi tentang Al-Jama'ah dan siapakah "Imam" yang dimaksud, kita harus membaca kitabnya yaitu kitab Al-Ithisham ( sudah di Pdf kan dalam bahasa Indonesia yaitu halaman 782-silahkan cari dan download).

untuk versi onlinenya klik: http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=109&ID=129

dalam definisi yang ke-5 mengenai al-Jama'ah ini, Imam Satibi memaksudkan Imam adalah Khalifah/Penguasa.

begini Imam Satibi menulis:
ال : فالجماعة التي أمر رسول الله صلى الله عليه وسلم بلزومها وسمى المنفرد عنها مفارقا لها نظير الجماعة التي أوجب عمر الخلافة لمن اجتمعت عليه ، وأمر صهيبا بضرب رأس المنفرد عنهم بالسيف . فهم في معنى كثرة العدد المجتمع على بيعته وقلة العدد المنفرد عنهم

yang artinya : Jama'ah yang diperintahkan oleh Rasulullah adalah Jama'ah yang apabila didalamnya ada orang yang memisahkan diri dari kekuasaannya maka orang itu disebut pemberontak, hal ini didukung oleh Al-Jama'ah yang dimaksudkan Umar yaitu KEKHALIFAHAN, yaitu jika mereka sudah menyepakati KEKHALIFAHAN.....dst
----

Lihat.....Imam Satibi Eksplisit menggunakan kata-kata " الخلافة" ( Kekhalifahan) yang bersinonimi dengan PENGUASA, RAJA, PEMIMPIN di sebuah wilayah kekuasaan ( daulah).

jadi, sangat keliru jokam merasa benar dengan menukil definisi dari Imam Syatibi ini, karena Imam-Imam Jokam dari mulai Pak Nurhasan s/d Sulton Aulia, mereka bukanlah Khalifah, Bukan Juga penguasa. Imam-Imam Jama'ah 354 hanyalah Imam-Imam "wanna be" yang hanya berambisi pada kekuasaan, pengendalian-orang, dan memerah harta dan uang-uang pengikutnya.

Aku bersikap jujur dan obyektif. Pendapat bahwa "Imam "yang dimaksud oleh Imam Syatibi adalah penguasa bukanlah pendapatku. Tapi pendapat Imam Syatibi itu sendiri. Eksplisit.

silahkan lihat lagi teks aslinya di sini : http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=109&ID=129

---

dan lalu, makna " Al-Jama'ah" dalam konteks Definisi ke 5 ini juga BUKAN  mengacu pada jama'ah-jama'ah atau kelompok-kelompok di sebuah negeri. Melainkan Jama'ah Muslimin ( Umat Islam Mayoritas di sebuah negeri) , bukan Jama'ah Minal Muslimin.

begini Imam Satibi menulis:
فهي الجماعة التي وصفها أبو مسعود [ ص: 775 ] الأنصاري ، وهم معظم الناس وكافتهم من أهل العلم والدين وغيرهم ، وهم السواد الأعظم

artinya : Inilah Jama'ah yang digambarkan oleh Abu Mas'ud Al Anshari, Mereka ( Amir dan Rakyatnya) adalah umat Islam Mayoritas ( Sawadzul Adzham), semuanya adalah ahli ilmu, ahli agama dan yang lainnya. mereka adalah Umat Islam yang Mayoritas.

Nah...jadi Al-Jama'ah ini bukan ekslusif untuk Al Jama'ah Jokam 354 ya..
 tetapi AlJama'ah di sini semua orang Islam di sebuah negeri dibawah kepemimpinan Penguasa Muslim yang beriltizam pada Al Quran dan Assunah.
----

Dan anehnya, ulama-ulama Jokam membenarkan doktrin mereka dengan menukil kitab-kitab yang mereka larang sendiri untuk membacanya. mereka bilang itu kitab karangan...mereka bilang itu tidak manqul.

ternyata, ulama-ulama jokam seperti menjilat ludahnya sendiri. mereka menukil dari kitab-kitab yang mereka nistakan dengan sebutan kitab-kitab karangan tai bonjrot. sungguh ironi.

dan yang lebih menyedihkan lagi, ketika ulama-ulama jokam menukil kitab-kitab, mereka menukilnya dengan curang dan khianat. Pengertiannya disimpangkan dan menyeleweng. Pengertiannya disensor-senor dan dipotong-potong, karena ulama-ulama jokam tahu, bahwa sebenarnya, pendapat para Imam Ulama dalam kitab-kitabnya itu sebenarnya bukanlah membenarkan doktrin jokam tapi  justru membantah doktrin jokam. Ulama-ulama jokam itu sudah seperti Ulama-ulama Yahudi yang digambarkan oleh Allah dimana mereka suka menukil kitab dengan cara curang dan tidak sportif.

Ulama jokam hanyalah mempermainkan dan memanfaatkan rokyah-rokyah jokam yang bodoh-bodoh yang pikirannya sudah dipasung seperti robot-robot yang taat buta.
--

lalu bagaimana apabila kalau Penguasa di Negeri ini tidak mengamalkan Sunnah dan menyelisihinya.

Rasulullah sudah memberikan solusinya yaitu

يَكُونُ بَعْدِي أَئِمَّةٌ لَا يَهْتَدُونَ بِهُدَايَ وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي (وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِي جُثْمَانِ إِنْسٍ) قَالَ قُلْتُ كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ قَالَ تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلْأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ

“Akan ada penguasa-penguasa setelahku, mereka tidak mengikuti petunjukku, tidak melaksanakan sunnahku, (akan ada di atara mereka orang-orang yang hati mereka adalah hati setan berada di dalam jasad manusia)”. Hudzaifah bertanya, ‘Jika aku menemui hal itu, maka bagaimana yang akan aku lakukan wahai Rasûlullâh?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dengarlah dan taatilah pemimpin, walaupun dia memukul punggungmu dan merampas hartamu, namun tetap dengarlah dan taatilah “. [HR. Muslim]

كَيْفَ أَنْتَ إِذَا كَانَتْ عَلَيْكَ أُمَرَاءُ يُؤَخِّرُونَ الصَّلاَةَ عَنْ وَقْتِهَا أَوْ يُمِيتُونَ الصَّلاَةَ عَنْ وَقْتِهَا. قَالَ قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِى قَالَ : صَلِّ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا فَإِنْ أَدْرَكْتَهَا مَعَهُمْ فَصَلِّ فَإِنَّهَا لَكَ نَافِلَةٌ

Bagaimana engkau (Wahai Abu Dzarr), jika engkau dipimpin oleh para amir (penguasa) yang mengakhirkan shalat dari waktunya (atau mematikan shalat dari waktunya)? Aku (Abu Dzarr) menjawab, “Apa yang engkau perintahkan kepadaku?” Beliau bersabda, “Shalatlah pada waktunya, jika engkau mendapati shalat bersama mereka, maka shalatlah, sesungguhnya itu (shalat) nafilah (sunnah/tambahan) bagimu”. [HR. Muslim]

---


Sabtu, 29 Juli 2017

Korupsi Manipulasi Kurban Elit Islam-Jama'ah terhadap Pengikutnya (Jokam 354/LDII)

Teks Hasda Bulan Juli 2017
Saya Translasikan dari Abjad Pegon ke Abjad latin sbb:

Selanjutnya bagi tiap-tiap daerah dan tiap-tiap desa supaya menirimkan kurban, satu ekor kambing ke pusat berupa UANG, sebanyak Rp 2,000,000 per-ekor. Dan supaya disetorkan  ke Pusat Kediri selambat-lambatnya tanggal 6-8-2017 untuk Indonesia Timur dan tanggal 13 Agustus 2017 untuk Indonesia Barat. Bagi Daerah-daerah yang jauh-jauh, uang kurbannya bisa dikirim, di transfer lewat rekening

Bp Mustajab dengan alamat  Jl Letjend Suprapto I/21 Banjaran Kediri
Nomor Rekening BRI Syariah : 1004736458 Cabang Kediri atau  
BRI Syariah : 0233279044 Kediri atau
BRI : 033-01-004525-50-4 Cabang Kediri atau
BCA : 2980026780 KCP Joyoboyo Kediri atau
BNI : 52052447 Cabang Kediri

Penjelasan : umpama satu daerah itu ada 3 desa, maka harus mengirimkan  kurban ke pusat sebanyak empat ekor kambing
***
Komentar dari saya:

1.       Apa bila ada 600 Daerah di Jokam se-Indonesia, maka ‘income’ yang di terima Pusat adalah 2,000,000 x 600 = 1,200,000,000 ( Terbilang : Satu Milyar Dua Ratus Juta Rupiah)

*2 .      apabila  1 daerah mempunyai  average 4 desa. Maka 600 x 4 = 2400 desa. Satu desa wajib setor satu kambing maka 2400 x 2,000,000 = 4,800,000,000 ( Terbilang Empat Miliar Delapan Ratus Juta Rupiah)

* 3.       Maka Total Seluruh Daerah + Seluruh Desa = 1,200,000,000+4,800,000,000 = 6,000,000,000 (Terbilang Enam Miliah Rupiah) 

*4 .       Faktanya : Uang yang terkumpul tidak dibelikan Kambing tetapi masuk Kantong Pusat. Untuk mengelabui publik, maka sebagian kecil uang tersebut dibelikan kambing....sehingga tercipta opini publik bahwa uang tersebut memang dibelikan kambing...dan sebagian besar uang tersebut masuk kantong Pusat. Tertutup, tidak teraudit dan Menjadi bancakan korupsi.

* 5 .       Manuver seperti ini dibahasan dalam teks daerah sebagai “kurban”. Padahal ini menyimpang dari definisi pengertian Kurban yang Rasulullah gariskan. Pemilihan diksi “kurban” pada teks ini adalah eufimisme untuk menutupi tidakan korupsi yang vulgar.


* *6  Kejadian yang sama juga terjadi pada Jama’ah haji jokam, dimana mereka membayar haji tamattu disetor kepengurus jokam yang ada di distrik al hud Mina, KSA. Namun pada prakteknya uang dam tersebut tidak pernah dibelikan kambing dan tidak ada pemotongan kambing untuk dam haji. Uang tersebut dikorupsi dengan dalih untuk operasional rumah di hud. Ini salah satu testimoninya ; https://www.youtube.com/watch?v=bA5mTIYTALo&list=PLQ8gXWEdtbPBp818C9kg7AdMoItsb-rR5&index=18



1.      * 7.  Grassroot adalah sapi perah PUSAT. Konsepkan orang-luar itu kafir dan masuk neraka, maka grassroot akan menjadi robot-robot yang patuh dan mudah dikendalikan otaknya.